Demikian diungkapkan Direktur Service Lion Air Bali Daniel Putut, Senin, 15 April 2013. Sementara menunggu keputusan, proses evakuasi akan dimulai dengan mengambil tabung oksigen, lalu Cockpit Voice Recorder (CVR). CVR saat ini masih tersimpan di buntut pesawat.
Posisi buntut ini berada di bawah badan pesawat. Untuk mengambilnya, bagian buntut pesawat harus kembali dipotong. CVR akan dibawa ke Jakarta untuk dibaca untuk diperiksa. Hasil investigasi ini baru bisa didapatkan hingga berbulan-bulan.
Putut mengatakan bahwa alat yang akan didatangkan dari Surabaya melalui jalur laut ini digunakan untuk mengapungkan badan pesawat agar tidak merusak lingkungan bawah laut. Setelah itu, potongan pesawat siap untuk ditarik tempat evakuasi yang berada di Pantai Kelan. "Jarak evakuasi kira-kira 300 meter menuju Pantai Kelan," kata Komandan Pangkalan Udara Ngurah Rai Letkol Penerbang Atang Sudradjat.
Putut menjelaskan bahwa badan pesawat akan dipotong menjadi tiga bagian, yakni tepat di belakang kokpit (berada di depan sayap) dan belakang sayap. Selain itu, kedua sayap juga dipotong menjadi potongan yang lain dan akan diangkut secara terpisah. Pemindahan bangkai pesawat akan dilakukan saat penerbangan tidak dilakukan, yakni 01.30 hingga 05.00 Wita.
Sementara menunggu proses evakuasi, posisi pesawat yang mengangkut 101 penumpang ini makin berada ke pinggir karena terempas oleh gelombang. Agar tidak terempas ke tengah laut, badan pesawat telah diikat tali dari batu karang. Di sekitar pesawat juga belum terlihat tugboat yang rencananya didatangkan dari Pelabuhan Benoa pada Minggu malam.
KETUT EFRATA
Topik Terhangat:
Serangan Penjara Sleman| Harta Djoko Susilo | Nasib Anas
Baca juga:
@SBYudhoyono 'Digoda' Bintang Porno
Akun @SBYudhoyono Strategi Perbaiki Citra Demokrat
Cuit Perdana @SBYudhoyono Nanti Malam
Dikuntit Intel, Anas Urbaningrum Punya Cerita
Mega: Saya Memang Sudah Sepuh, tapi....
0 Komentar