Analis saham dari HD Capital, Yuganur Wijanarko di Jakarta, Jumat mengatakan, kombinasi dari sentimen tingkat acuan suku bunga Bank Indonesia (BI rate) yang memicu rupiah stabil dapat mendorong IHSG BEI bergerak di atas level psikologis.
"Level psikologis IHSG BEI berada di 4.900 poin yang secara teknikal penting untuk menghindari terjadinya penurunan lebih lanjut," kata dia.
Ia memperkirakan level batas bawah indeks BEI bergerak di 4.900 poin dan level batas atas di posisi 4.985-5.050 poin dengan beberapa saham yang dapat diperhatikan, yakni Telekomunikasi Indonesia (TLKM), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Negara Indonesia (BBNI), PP London Sumatra Indonesia (LSIP).
Kepala Riset e-Trading Securities, Betrand Raynaldi mengatakan, secara teknikal kenaikan IHSG BEI akhir pekan ini menghasilkan sinyal tren penguatan pada indikator stochastic.
"Oleh karena itu, untuk hari Senin (15/4) diperkirakan indeks BEI akan naik dimana hal itu juga dikonfirmasi oleh indikator lainnya yang menghasilkan sinyal `bullish` di kisaran 4.850-4.985 poin," katanya.
Ia menyatakan, saham-saham yang dapat diperhatikan yakni Bank mandiri (BMRI), Gudang Garam (GGRM), Semen Indonesia (SMGR).
Sementara itu, analis Sinarmas Sekuritas, Christandi Rheza Mihardja menambahkan secara teknikal indeks BEI diperkirakan bergerak cenderung mendatar (sideways) di kisaran 4.910-4.971 poin.
"Perdagangan pada Senin mendatang (15/4) akan dipengaruhi oleh data penjualan ritel AS. Selain itu, data produksi industri dari Eropa dan pertemuan menteri keuangan Eropa di Dublin, kata dia.
Pihaknya merekomendasikan saham-saham yang dapat diperhatikan yakni Lippo Karawaci (LPKR), Bank Central Asia (BBCA), Kalbe Farma (KLBF), Alam Sutera Realty (ASRI). (fr)
0 Komentar