Pulau ini terbentuk dari hasil sedimentasi luapan lumpur Sidoarjo, yang terletak sekitar 15 kilometer dari kota Sidoarjo dan saat ini sudah menjadi salah satu daerah tujuan wisata. »Penanaman pohon mangrove ini membuktikan bahwa lumpur Sidoarjo tidak berbahaya dan tidak berakibat buruk terhadap ekositem," kata Dharma disela-sela menanam mangorve di Pulau Lumpur, Senin 15 April 2013.
Kegiatan penanaman pohon bakau ini merupakan bagian dari program penanaman 1 milliar mangrove yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Dalam hal ini, kata Dharma, Lapindo Brantas Inc melakukan koordinasi dengan berbagai instansi antara lain Dinas Pertanian Kabupaten Sidoarjo, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia cabang Sidoarjo dan BPLS.
"Kita dapat melihat bahwa tumbuhan bakau tumbuh subur, burung pemangsa ikan tetap hidup harmoni dengan tumbuhan bakau, sehingga kegiatan mencari ikan tetap berjalan,” ucapnya.
Dari keseluruhan lahan mangrove milik Pemkab Sidoarjo seluas 90 hektare, Lapindo Brantas Inc akan menanam bakau di area seluas 2 hektare. Dharma berharap, program ini dapat bermanfaat sesuai harapan masyarakat serta dapat ditingkatkan.
Sebelumnya, Lapindo Brantas Inc telah melakukan berbagai kegiatan dalam rangka tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) di wilayah operasional perusahaan. Antara lain dengan program penghijauan, pembangunan infrastruktur, kesehatan, pelatihan usaha kecil menengah (UKM), dan budidaya lele.
DIANANTA P. SUMEDI
Topik Terhangat:
Serangan Penjara Sleman| Harta Djoko Susilo | Nasib Anas
Dikuntit Intel, Anas Urbaningrum Punya Cerita
Mega: Saya Memang Sudah Sepuh, tapi....
Venna Melinda Blak-blakan Soal Perceraiannya
@SBYudhoyono 'Digoda' Bintang Porno
0 Komentar