Minimnya pasokan ruang perkantoran tahun ini menjadi momentum bagi pengembang untuk lebih leluasa menentukan kenaikan harga sewa ataupun harga jual.JAKARTA, KOMPAS.com - Pasokan ruang perkantoran baru di Jakarta akan melemah sepanjang tahun 2013. Minimnya pasokan mendorong kenaikan harga jual dan sewa ruang perkantoran menjadi sulit terkendali.
Berdasarkan paparan konsultan properti Colliers International Indonesia, sepanjang tahun 2013 ini pasokan ruang perkantoran baru di Jakarta diprediksi seluas 311.908 meter persegi atau menurun 42 persen dibandingkan pasokan pada 2012 lalu yang seluas 547.070 meter persegi. Hingga saat ini, total luas ruang perkantoran di Jakarta sekitar 6,8 juta meter persegi.
Sepanjang triwulan I (JanuariMaret) 2013, hanya ada dua gedung perkantoran baru beroperasi, yakni Blue Green Office Boutique di Jakarta Barat dan Prudential Centre di Jakarta Selatan yang menambah ruang baru perkantoran seluas 51.000 meter persegi. Associate Director, Research PT Colliers International Indonesia Ferry Salanto, Minggu (14/4/2013), di Jakarta, mengatakan minimnya pasokan ruang perkantoran tahun ini menjadi momentum bagi pengembang untuk lebih leluasa menentukan kenaikan harga sewa ataupun harga jual.
"Harga sewa dan harga jual perkantoran akan tidak terkendali dibandingkan tahun lalu. Tidak ada mekanisme kontrol karena semua ditentukan pasar," ujarnya.
Kenaikan harga jual tak hanya terjadi pada gedung perkantoran baru, tetapi juga gedung yang sudah eksis. Para penyewa ataupun pembeli ruang kantor hampir tidak punya posisi tawar karena tingkat penyerapan kantor saat ini sudah sangat tinggi. Bahkan, muncul kecenderungan, ruang kantor milik (strata title) juga ikut disewakan.
Saat ini tingkat hunian ruang perkantoran rata-rata 97 persen. Tingkat penyerapan kantor berstatus milik mencapai 99 persen. Pada triwulan I-2013, tingkat harga sewa bulanan rata-rata mencapai Rp 179.429 per meter persegi atau naik 5,6 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Adapun harga sewa bulanan ruang perkantoran dalam kurs dollar AS berkisar 33,83 dollar AS per meter persegi atau naik ratarata 8,1 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. (LKT)
View the original article here
0 Komentar